| Rabu, 29 Juli 2009 |
| Enyahkan Kejenuhan dari Hidupmu! Artikel Motivasi, 02-01-2009 11:17:32 |
Orang yang hidup mengekang diri dengan satu gaya atau model hidup seudah tentu akan dilanda kejenuhan. Itu, karena jiwa manusia pada dasarnya cenderung mudah jenuh. Tabiat dasar setiap manusia adalah tidak senang berada dalam satu keadaan yang sama. Dan karena itu pula, Maka Allah menciptakan banyak warna dan bentuk untuk suatu tempat, zaman, makanan, minuman,dan mahluk-mahluk ciptaan-NYA. Ada malam ada siang, ada dataran tinggi ada dataran rendah, ada putih ada hitam, ada panas ada dingin, dan ada manis ada kecut. Keberagaman dan perbedaan ini seringkali disebut Allah dalan beberapa firman-NYA. Diantaranya Allah menyebutkan bahwa,
"Dari perut lebah itu keluar minuman(madu) yang bermacam-macam warnanya".(QS.An-Nahl:69)
Syahdan, Al Makmun kadang kala membaca sambil duduk, sesekali dengan berdiri, dan pada saat yang lain sambil berjalan. Dan karena itu pula ia pernah berkata, "Jiwa manusia itu sungguh sering kali jenuh". Allah juga telah berfirman,
"Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbabaring".(QS.Ali Imran:191)
Ayat ini mengisyaratkan bahwa dalam beribadah pun manusia akan merasa jenuh. Oleh karena itu, maka Alloh pun memberikan banyak pilihan bentuk dan cara beribadah kepada para hamba-NYA. Sebagaimana kita ketahui Allah telah menetapkan pelbagai amalan hati, amalan lisan, amalan badan, dan amalan harta. Kita juga tidak hanya diwajibkan shalat, tetapi juga membayar zakat, menjalankan puasa dan menunaikan haji. Bahkan, dalam shalat pun kita tak hanya disuruh berdiri saja, tetapi juga ruku', berdiri, sujud dan duduk.
Semua ini mengisyaratkan bahwa siapapun yang menginginkan kepuasan, semangat yang baru dan produktifitas, maka ia harus pandai membagi waktunya. Yakni, ia perlu membagi waktu kapan ia harus bekerja, merenung, dan mencari hiburan. Dalam hal membaca pun, Anda perlu variasi; kapan Anda harus membaca Al Qur'an, tafsir, sejarah, sastra, dan ilmu pengetahuan umum. Demikian pula dalam menjalankan kegiatan rutin harian, Anda harus dapat menentukan kapan waktu untuk beribadah, mecari hiburan, mengunjungi relasi bisnis, menerima tamu, berolahraga dan berekreasi. Dengan begitu, niscaya jiwa Anda akan selalu merasa segar dan bergairahLabel: Aritkel Motivasi |
posted by honeybanny @ 07.44  |
|
|
|
| Rabu, 29 April 2009 |
| Mau Kaya? Berdo’alah Artikel Motivasi, 23-03-2009 09:33:13 |
Dalam berbagai buku cara kaya yang ditulis oleh para milyarder barat, sering ditemukan bahwa langkah pertama untuk kaya ialah kita jangan “alergi” dengan kekayaan. Jangan berpikir bahwa kekayaan itu jahat, orang kaya itu jahat, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kekayaan adalah jahat. Selama pikiran itu ada di dalam hati kita, kita tidak akan pernah kaya. Yang penting, seperti dikatakan oleh Bob Proctor, uang harus menjadi pelayan kita, bukan kita menjadi budak uang. Lalu bagaimana cara Rasulullah saw kaya?
Ternyata, dari sekian do’a yang pernah diucapkan oleh Rasulullah saw, ada beberapa do’a yang meminta kaya atau jauh dari kemiskinan. Coba simak beberapa do’a berikut ini:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketaqwaan, kesucian diri, dan kekayaan.” Diriwayatkan oleh Muslim, Tirmidzi, dan Ibn Majah dari Ibn Mas’ud, Shahih. al-Jami’, as-Shaghir, 1275.
“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kemiskinan, kepapaan, dan kehinaan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kezaliman orang dan menzalimi orang.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Nasai, Ibn Majah, Hakim dari Abu Hurairah r a ( al-Jami’, as-Shaghir, 1287)
“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kemiskinan, kekufuran, kefasikan, perpecahan, dan kemunafiqan.” Diriwayatkan oleh Hakim dan Baihaqi di dalam al-Du’a,dari Anas, ibid., 1285
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelaparan, karena sesungguhnya ia adalah seburuk-buruk sahabat.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Nasai dan Ibn Majah dari Abu Hurairah r.a., ibid., 1283
Dan, do’a kita akan dikabulkan jika kita yakin dengan do’a kita. Seharusnya setelah membaca do’a-do’a yang dicontohkan oleh Rasulullah ini, hidup kita menjadi lebih cerah, berharapan, dan optimis. Kenapa tidak? Kita akan kaya, lambat atau laun karena kita sudah berdo’a dan yakin dengan do’a kita.
Jika Rasulullah saw saja berdo’a untuk kaya, mengapa kita tidak? Rasulullah saw memang pernah mengatakan kebaikan orang-orang miskin. Tapi Rasulullah juga pernah menyebutkan kelebihan orang kaya.
“Sesungguhnya Allah mencintai hamba-Nya yang bertaqwa, kaya, dan tidak menonjolkan dirinya.” Diriwayatkan oleh Ahmad dan di-shahih-kan oleh Hakim, Ibn Hibban, dari Amr bin Ash.
Tahukah Anda kalau Rasulullah saw itu sebenarnya kaya? Hanya kehidupan beliau sangat sederhana karena semua kekayaan beliau hanya untuk dakwah. Itu suatu pilihan. Jika Anda kaya, Anda masih bisa tetap hidup sederhana, tetapi jika Anda miskin Anda tidak bisa hidup seperti orang kaya.
Ada dua hal yang penting untuk dilakukan setelah Anda kaya. Tetap bertaqwa dan jangan menonjolkan diri seperti hadits riwayat Ahmad diatas.
Saudaraku, berdo’alah untuk kaya.Label: Aritkel Motivasi |
posted by honeybanny @ 10.18  |
|
|
|
| Jumat, 06 Maret 2009 |
| Dua Mitos Mengenai Sukses Artikel Motivasi, 04-03-2009 11:29:14 |
Saya akan mengungkap 2 mitos tentang sukses. Mungkin Anda akan terkejut dan tidak percaya terhadap apa yang saya tulis. Atau mungkin Anda akan protes. Sebaliknya, jika Anda setuju dan percaya terhadap apa yang saya tulis maka Anda sungguh sudah memiliki pemahaman dan pencerahan dalam pencapaian sukses. Mitos adalah suatu keyakinan yang kebenarannya tidak bisa dibuktikan. Apa dua mitos sukses yang saya maksud? Pertama: “sukses harus dengan kerja keras”. Kedua: “orang sukses adalah orang yang terampil atau pintar”. Saya akan tunjukan bahwa kedua hal ini sebenarnya hanya mitos.
Jika sukses dihasilkan dari kerja keras, maka akan banyak milioner di setiap sudut kota. Tahukah Anda banyak pedagang yang berdagang dari subuh sampai larut malam namun tidak kaya-kaya? Padahal mereka sudah berdagang puluhan tahun. Tahukah Anda ada pedagang bambu yang membawa segerobak bambu dengan didorong dari desa jam 1 malam agar sampai di kota pagi hari? Apakah mereka kaya? Tidak.
Sementara, ada dua tukang bakso. Sama-sama bekerja keras mendorong gerobak bakso dari padi sampai malam. Anehnya yang satu sukses dan memiliki rumah makan bakso sendiri, sementara tukang bakso lainnya tetap mendorong gerobak dengan penghasilan jauh dibawah temannya. Apa yang salah? Padahal keduanya sama-sama bekerja keras?
Apakah kita tidak perlu kerja keras untuk sukses? Tentu saja sangat perlu. Tapi bukan satu-satunya dan bukan penyebab utama sukses.
Mitos kedua ialah masalah keterampilan. Betulkah lebih terampil akan lebih sukses? Bisa jadi Anda lebih terampil dibanding bos Anda. Banyak orang yang berkgelar MBA tetapi “tidak bisa” bisnis. Malah lulusan SDTT (SD Tidak Tamat) bisa sukses bisnis. Ini adalah realitas dan fakta, bahwa lebih pintar dan lebih terampil tidak menjamin Anda sukses.
Apakah tidak perlu terampil untuk sukses? Tentu saja sangat perlu. Jika Anda ingin sukses, salah satu syaratnya ialah Anda harus mengerti ilmunya dan terampil. Tetapi bukan satu-satunya penyebab sukses.
Lalu apa penyebab utama sukses? Sukses tidaknya Anda akan ditentukan oleh pola pikir Anda. Jika Anda sudah memiliki pola pikir yang benar, maka kerja keras akan mengikuti. Keterampilan yang diperlukan akan Anda miliki dalam perjalanan menuju sukses.
Jadi yang benar adalah: Think and Grow RichLabel: Aritkel Motivasi |
posted by honeybanny @ 10.33  |
|
|
|
| Sabtu, 14 Februari 2009 |
| Masa Lalu atau Masa Depan? 13-02-2009 09:10:13 |
Mungkin, Anda pernah berpikir atau mengatakan:
“Saya tidak bisa melakukannya.” “Saya tidak mampu.”
Pernyataan ini menggambarkan suatu kondisi Anda. Pertanyaanya, kondisi kapan? Masa lalu atau masa depan?
“Oh tidak, pernyataan ini menggambarkan kondisi saya saat ini. Saya memang tidak bisa melakukannya saat ini.”
Mari kita tanyakan lagi, mengapa tidak bisa? Mengapa Anda pikir Anda tidak bisa?
“Karena kemampuan saya sekarang sebatas ini.”
Kenapa hanya sebatas ini?
“Inilah hasil belajar dan pengalaman saya selama ini.”
Hasil belajar dan pengalaman masa lalu kan?
“Iya sich.”
Jadi kondisi Anda saat ini adalah hasil dari masa lalu. Masa lalu dimulai dari detik ini ke belakang.
Lalu bagaimana dengan masa depan? Apakah Anda tidak bisa belajar lagi?
“Ya tentu, saya bisa belajar.”
Apakah Anda bisa melakukan hal baru jika belajar?
“Mungkin.”
“Mungkin” adalah starting point yang lebih baik dibanding kata “tidak bisa”. Kata “mungkin” mengandung sebuah harapan, sebaliknya kata “tidak bisa” memupus harapan.
Dulu, ada seorang kerabat saya mengatakan
“Uang dari mana untuk membiayai anak kuliah?”
Itu dulu…
Sekarang?
Anaknya kuliah!
Dulu, ayah saya berkata kepada saya: “Sekarang memang tidak punya uang, tetapi jika Allah mengijinkan, kamu bisa menyelesaikan kuliahmu. Kekurangan uang tidak bisa menghalangi kekuasaan Allah.”
PT. BIOENERGI CENTER Jl. Veteran No. 153 YogyakartaLabel: Aritkel Motivasi |
posted by honeybanny @ 08.53  |
|
|
|
|
| Tugas Kita adalah Mencoba 04-02-2009 16:43:02 |
- Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil.
- Kita tidak pernah tahu, apakah kita akan gagal atau berhasil. Hanya satu untuk mengetahui jawabannya, yaitu dengan mencoba.
- Aku bukanlah seorang pengecut, karena setiap usaha yang terbuang merupakan langkah maju yang lain.
- Anda mungkin ditipu jika terlalu mempercayai tetapi hidup anda akan tersiksa jika tidak cukup mempercayai.
- Seseorang yang melakukan kesalahan dan tidak membetulkannya telah melakukan satu kesalahan lagi.
- Perjalanan seribu batu bermula dari satu langkah.
- Orang yang berani tidak akan membabi-buta melompat masuk ke dalam jurang, melainkan masuk dengan perlahan-lahan dan dengan mata yang terbuka setelah mengukur dalamnya.
- Bangsa penakut tidak boleh merdeka dan tidak berhak merdeka. Ketakutan adalah penasihat yang sangat curang untuk kemerdekaan.
- Orang yang paling tidak bahagia ialah mereka yang paling takut pada perubahan.
Abdullah bin Mas’ud berkata, “Nabi saw bersabda, Tidak boleh iri hati kecuali pada dua hal, yaitu seorang laki-laki yang diberi harta oleh Allah lalu harta itu dikuasakan penggunaannya dalam kebenaran, dan seorang laki-laki diberi hikmah oleh Allah di mana ia memutuskan perkara dan mengajar dengannya. (HR. Bukhari)
Saudaraku tercinta, sudah sejauh manakah Anda mencoba...?
Salam Sukses, Sehat, dan SejahteraLabel: Aritkel Motivasi |
posted by honeybanny @ 08.40  |
|
|
|
|
| Jangan Menjadi Gelas 18-12-2008 11:29:16 |
Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung. “Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? ” sang Guru bertanya.
“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, ” jawab sang murid muda.
Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.
Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.”
Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.
Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kata Sang Guru. “Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.”
Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.
“Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru.
“Asin, tidak enak dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.
Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.
“Sekarang kau ikut aku.” Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. “Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.”
Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara.
Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. rasanya tak sopan meludah di hadapan guru, begitu pikirnya.
“Sekarang, coba kau minum air danau itu,” kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.
Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, “Bagaimana rasanya?”
“Segar, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana . Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.
Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.
“Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?”
“Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.
“Nak,” kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. “Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.Hanya segenggam garam.
Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.”
Si murid terdiam, mendengarkan.
“Tapi Nak, rasa `asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan hati dalam dadamu itu jadi sebesar danau.”Label: Aritkel Motivasi |
posted by honeybanny @ 08.38  |
|
|
|
|
|